Rabu, 03 Juni 2015

Selamat pagi hati yang mencoba baik. Mari hilangkan rasa kecewanya~
Mencoba mengembalikan semua yang telah terjadi sesuai rencana yang pernah dirancang itu tak semudah membalikkan telapak tangan. Semua butuh proses. Begitupun aku dan kamu. Kita memang telah berbeda, aku ke arah utara sedang kamu entah kemana. Dari dulu tak pernah ku inginkan semua ini terjadi, tetapi waktu Tuhan berkehendak lain. Semua berjalan tanpa sepengetahuan kita. Mungkin ini adalah pertanda jika kita memang benar-benar sudahan. Kalau ini ku sebut 'kita' mungkin juga aku salah. Lebih tepatnya aku yang bergerak terlambat. Seharusnya dari dulu aku sadar, jika kamu sudah tak menghargai tentang 'kita'. Lantas kamu mebiarkan seseorang yang dulu pernah berjuang bersama dengan kamu, sekarang pergi sendiri. Apa kamu pernah berpikir jika itu terjadi terhadapmu?
Berjuang sendirian selama ini. 4 tahun bukan waktu yang singkat. Aku berusaha untuk memperjuangkanmu selama ini, tetapi kamu tak pernah merasa jika aku memperjuangkanmu. Dan ternyata "Aku memperjuangkan sebuah nama, bukan sebuah hati" Yah... Jika maumu seperti ini, aku ini bisa apa :)
Sebenarnya simple "berjuang untuk yang pantas diperjuangkan".
Quotes : Bejuang itu tak semudah bicara. Menghargai hati yang mati-matian memperjuangkan (mu) itu tak ada sesalnya. Bahagialah! Ada hati yang tetap setia menungguimu hingga sekarang. Karena suatu saat (kamu) akan tahu arti sebuah kesetiaan yang beriringan dengan perjuangan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar