Senin, 15 Juni 2015

Dari Kami untuk Kamu

Tetap jadilah wanita tangguh seperti yang pernah kami harapkan kepadamu sebelum kamu terlahirkan di dunia yang luas ini. Tetap jadilah cahaya yang menjadi harapan bagi kami untuk tetap semangat dalam menjalani hidup ini.Kami selalu menjadikanmu pelita kami. Jika kamu mengira kamilah pelitamu, kamu salah! Kami mati-matian seperti ini karena kami ingin melihat pelita kami hidup lebih terang. Kami hanya menjalankan kewajiban kami. Jangan pernah menganggap tingkah hidup yang kamu jalani akan membebani kami. Kami senang jika kamu senang. Kami bangga jika kamu bangga membanggakan kami. Sebenarnya kami tak mengharap apapun dari kamu, hanya saja 'kami tak ingin melihatmu menjadi lebih parah seperti saat ini. Kami ingin kamu jaya yang menjayakan saudaramu. kami ingin kamu tetap hidup dalam hati kami dan mereka, tetap menjadi wanita bahagia yang terarah oleh tuntunan-Nya. Kami tak ingin pelita yang kami impikan menjadi kelam dan gelap'. 
Kala masalah menghadapi kamu, ibaratkan masalah itu sebagai teman barumu. Ajak mereka berbahagia, ubah mereka menjadi wadah pemberi senyuman. Kami tak pernah mengharapkan pedih datang bertubi-tubi untukmu. Kami tak pernah menyalahkan takdir kami yang menjadikan kamu disini, karena kami yakin 'kamulah yang akan mengubah kami suatu saat nanti'. 
Kelelahanmu jangan kamu anggap sebagai batas ujung perjalananmu. Jika kamu lelah sebab apa? Kami ini tak pernah lelah, mata kami juga tak pernah kantuk, obat kami ya kamu. Kami ingin lelahmu dengan cepat akan hilang. Kami tak ingin kamu terjebak dalam lengahnya aksi dunia. 
Dalam kelam kami berkata 'perang belum seberapa, ada keluarga yang nantinya akan menjadikanmu lebih mengerti arti kelelahan yang sebenarnya'. 
Pelita kami, selesaikan apa yang menjadi pemula untukmu. jangan biarkan semua tertunda begitu saja. Bukankah dulu kamu ingin kami bahagia?
Pelita kami, denganmu tersenyum bahagia itu adalah kebahagiaan kami.
Kami tetap menjadi kami yang mungkin suatu saat kembali. Ketika itu kamu akan lebh merasakan menjadi kami. Kami yang bukan kami. Kamu yang lebih menjadi kami. Tuntunlah mereka dalam dekap hangat darimu. Ajak mereka menjadi hebat lebih darimu. Bukan mereka yang lebih lelah dibanding yang kamu rasakan saat ini. Yang semuanya kamu ceritakan saat ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar