Selasa, 09 Juni 2015

Saya rindu itu



Assalamualaikum penghias mimpi..
Masihkah disana kita akan selalu menjadi kita?
Tuan yang jauh disana, saya berusaha menjaga dan melaksanakan amanahmu. Tetap menjaga hati dan memperhatikan wanita yang sempat tuan kenalkan kepada saya waktu lalu. Saya harap tuan tetap menjadi terbaik.
Mari kita seduh kopi hangat di tempat yang berbeda. Mari kita menuai rindu dengan kuat, hingga suatu saat ada waktu dan tempat yang menemukan kita dalam satu titik tanpa kebosanan, quality time.
Tuan yang berbadan tinggi, saya merindui  bersandar di pundak tuan. Saya rindu tentang kita yang duduk dan menhabiskan waktu sehari dengan tertawa lepas meski hanya dengan lampu kota malam hari dan sebuah eskrim. Saya rindu itu, Tuan.
“Dari negeri yang jauh, kau datang penuhi takdirku”.
Saya tak pernah menyerah dengan keadaan ini, saya juga tak pernah berhenti berharap akan tuan dan saya yang menjadi kita.
Tuan muda , dari cerita 1021 hari ini tidak ada sedikitpun cerita yang tidak saya sukai. Semuanya hampir menjadi senyuman  untuk saya meski yang memberi senyuman jauh disana. Saya bersyukur itu. Meski ujian tetap menyapa, karena cinta pernah berganti cahaya.
Terimakasih Tuan muda yang saya sebut sebagai tuan muda saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar