Teruntuk kamu masalaluku. Aku tak pernah mengiyakan semua yang bermulai aku dan kamu hingga menjadi kita jika akhirnya kita dengan cepat tak kembali menjadi kita. Aku pun tak pernah menidakkan hal yang mungkin membuatmu berpisah jauh dariku. Seperti saat ini. Perasaan memang tak semudah untukmu dan untukku kembali lagi seperti layaknya aku menulis ini. Aku tahu kamu selama ini berpikiran apa tentangku, mungkin aku pantas disebut 'ratu gagal move on'. Tapi apa kamu pernah berpikir jika aku disebut ratu? Ini tak mungkin, karena bukan kamu (satu) yang menjadi pangeran gugurku. Aku mengiyakan kamu (yang terakhir) karena kamu membawaku ke dalam cerita yang membuatku iri dengan mereka, dengan kelanggengan mereka. Tapi itu salah! Itu tak kudapati darimu.
Untuk kamu masalaluku, darimu aku mampu belajar menjadi gadis penuh imajinasi. Untuk membayangkan hal yang memberiku patah semangat bahkan sampai aku bangkit lagi karena kisah klasik yang sama. Aku mampu !
Teruntuk kamu, aku bangga pernah mengenalimu. Mengenali hati, sifat, bahkan mengenali keluarga baru. Karena kamu aku mempunyai teman yang lebih banyak dibanding sebelum aku mengenalimu. Teruntuk kamu juga, sungguh aku berterimakasih karena sekarang kamu mengajarkanku untuk mencari seseorang yang lebih berarti dibanding kamu.
Teruntuk kamu, kamu megajariku tentang artinya "bertahan dan berjuang". hingga aku pun tak pernah merasa jika selama ini aku bertahan dan berjuang dengan kekuatanku sendiri, sendiri tanpa kamu yang menggenggamku. Kamu lupa dengan kita, kamu lupa tentang janji kita dalam kata. Atau apa aku yang lupa?
-Sedikit kata "Selingkar Cinta Bola Mata" untuk masa itu-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar