Mencari Cinta
Apapun yang kau dengar dan katakan (tentang Cinta), itu semua hanyalah
kulit. Sebab, inti dari Cinta adalah sebuah rahasia yang tak terungkapkan
(Jalaluddin Rumi Kisah Keajaiban Cinta).
Salah satu hakikat manusia dalam penciptaannya, adalah menemukan
hal yang akan menuntunnya dalam kebaikan, kesempuranaan walau hal itu bernilai
absurd luar biasa. Hakikat ini pun tak pernah lepas dari asal penciptaan itu
sendiri. Dari satu inti yang berpengaruh dalam kehidupan, baik untuk pribadinya,
keluarganya, teman-temannya, bahkan orang-orang diluarnya yang terkadang
dianggap tak ada hubungan ataupun dampak sama sekali. Inti itu adalah Cinta. Dan
selanjutnya, disudut mana cinta itu berada? Apakah layak untuk selalu dipertanyakan,
bagaimana bentuknya, rasanya, baunya, atau bahkan layakkah seorang manusia
untuk menerimanya begitu saja? Jika demikian, untuk apa cinta diciptakan? Hanya
untuk dipandang, tanpa tahu kapan tiba masa memperolehnya? Sudut-sudut hati itu
meronta ketika sadar, tidak banyak wujud cinta yang dapat digambarkan dalam
sketsa apapun.
Terlebih, ternyata banyak pandangan bahwa memang musykil bagi
manusia yang nilai kepatuhan dan ketaatannya biasa-biasa saja, mampu
mendapatkan cinta luar biasa. Menjadi sangat sulit jika cinta itu digantungkan
pada sisi-sisi besar penuh ruang untuk mendapatkannya, sedangkan ruang yang
kita sediakan, begitu banyak terpakai oleh hal-hal yang kenyataannya sulit untuk
kita peruntukkan pada wujud yang sama sekali tak dikenali. Jika satu hari, perbincangan
tentang makna cinta menghangat, larut dan menjadi tak terkendali, itulah bentuk
dari rasa cinta itu sendiri. Begitu besar dan sucinya, hingga membicarakannya
pun membentuk satu fenomena tersendiri, diantara padang perasaan milik manusia
yang kini semakin kerontang. Jika satu saat, perlakuan manusia pada cinta
begitu tak terkendali, seperti itulah rasa dari cinta itu sendiri. Begitu megah,
hingga menyandangnya penuh kearifan adalah hal tersulit bagi seorang yang jika
memandang cinta pun harus membelalakkan mata. Banyak kegelisahan yang
menggumpal didalamnya. Banyak pula kedamaian serta keindahan tercipta dari rasa
yang telah pada hakikatnya dimiliki oleh manusia darimana pun asalnya. Tak
perlu ditanya, selain jawabannya; tak terkecuali.
Lucunya, justru banyak pula kejadian yang terekam, baik utuh
maupun kepingan, menjadi satu rangkaian pembuktian bahwa memang, dalam
pemahaman untuk mendalami nilai yang hanya Dia memiliki, merupakan bagian
paling sulit karena –sekali lagi begitu absurdnya. Kecemburuan, amukan, saling
teror, dan menghilangkan hidup manusia lain, malah dikatakan ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar