Karena untuk mencintai dan dicintai adalah salah satu bukti perjuangan, meski tak pernah mendapati penghargaan. Tetap menajadi diri sendiri dan semoga mendapati cinta sejati :)
Ini adalah kisah dari pohon, daun dan angin. DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena
POHON tidak memintanya untuk tinggal?
Kalian pasti pernah baca ini kan??? Kutipan novel dari penulis yang terkenal :)
Alasan aku dipanggil pohon adalah
karena aku pandai melukis pohon. Pada akhirnya aku memakai logo pohon di pojok
kanan untuk semua lukisanku. AKU telah berpacaran dengan 5 gadis sebelum masuk
ke universitas. Ada seorang wanita yang sangat AKU cintai, tapi AKU tidak punya
keberanian untuk mengatakannya. Dia tidak cantik. Dia sangat peduli dengan
orang lain dan religious, tapi dia hanya wanita biasa saja. Aku menyukainya,
sangat menyukainya. Gayanya yang apa adanya, kemandiriannya, kepandaiannya, dan
kekuatannya, alasan AKU tidak bersamanya. AKU merasa dia tidak serasi untukku.
AKU takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan hilang. AKU
merasa dia adalah “sahabatku”. Alasan itu, membuat dia menemaniku selama 3
tahun ini. aku merasa jika dia memang milikku,dia pada akhirnya akan menjadi
milikku dan aku tak harus menyerahkan semuanya hanya untuknya.
Dia tau AKU sering mendekati
gadis-gadis lain dan AKU telah menyakiti hatinya selama 3 tahun. Dia ingin
menjadi aktris yang baik dan aku adalah sutradara yang sangat menuntut.
Ketika AKU sedang bersama pacarku
dan aku menciumnya, dia memergoki kami. Dia sepertinya merasa malu karena
wajahnya terlihat merah tapi dia tersenyum dan mengatakan “Teruskan!” sebelum
akhirnya lari.
Hari berikutnya, matanya sembab.
Aku dengan sengaja tak mau memikirkan apa yang menyebabkan dia menangis
melainkan menertawakan dia seharian.
Ketika semua orang pulang, dia
menangis di kelas. Dia tidak tau kalau
AKU kembali dari latihan untuk mengambil sesuatu yang tertinggal. Hampir 1 jam
kulihat dia menangis di sana. Esoknya, matanya bengkak dan merah.
Pacarku yang ke-4 tidak
menyukainya. Pernah mereka bertengkar. Aku tau berdasarkan karakternya, dia
bukanlah tipe yang akan memulai pertengkaran itu. Tapi aku masih memihak
pacarku.
Aku membentaknya dan matanya
dipenuhi rasa terkejut. Aku tak peduli mengenai perasaannya, kemudian aku pergi
bersama pacarku meninggalkannya begitu saja.
Hari berikutnya, dia masih
tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang terjadi sebelumnya. AKU
tau dia sangat sedih dan kecewa, tapi dia tidak tau bahwa sakit hatiku sama
buruknya dengan dia. AKU juga sedih. Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke-5,
AKU mengajaknya pergi. Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada
sesuatu yang ingin kukatakan padanya. Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali
bahwa dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku. AKU cerita tentang putusnya AKU
dengan pacarku. Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan
seseorang. AKU tau siapa pria itu, pria itu cukup lama mendekatinya. pria yang
baik, penuh energi, dan menarik. AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit
hatiku, AKU hanya tersenyum dan mengucapkan selamat padanya.
Ketika sampai di rumah, sakit
hatiku bertambah kuat dan AKU tidak dapat menahannya. Seperti ada beban berat
yang ditumpukkan di dadaku. AKU tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun apa
daya. Air mata menetes. tak terasa aku menangis karenanya.
Handphoneku bergetar, ternyata
ada SMS masuk. Tertulis disitu “DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena
POHON tidak memintanya untuk tinggal?”
DAUN
AKU suka mengoleksi daun-daun,
kenapa? Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini
ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 tahun AKU dekat dengan
seorang pria, bukan sebagai pacar tapi “Sahabat”.
Ketika AKU tau dia mempunyai
pacar, AKU mempelajari sebuah perasan yang belum pernah AKU pelajari sebelumnya
– CEMBURU – Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk.
AKU menyukainya dan AKU tau bahwa
dia juga menyukaiku, tapi mengapa dia tidak mau mengatakannya? Jika dia
mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk melangkah? Ketika dia
punya pacar baru lagi, hatiku sedih. Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih
dan kecewa. AKU mulai bahwa ini adalah cerita yang bertepuk sebelah tangan.
Tapi…mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?
Menyukai seseorang sangat
menyusahkan hati. AKU tau kesukaannya, kebiasaannya, tapi perasaannya kepadaku
tidak pernah bisa diketahui.
Kau tidak megharapkan AKU seorang
wanita untuk mengatakannya bukan? Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya,
memberinya perhatian, menemani, dan mencintainya. Berharap suatu hari nanti dia
akan datang dan mencintaiku.
Hal itu seperti menunggu
teleponnya tiap malam, mengharapkan mengirimku SMS. AKU tau, sesibuk apapun
dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku. Karena itu, AKU menunggunya. 2 tahun
cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah.
Kadang AKU berpikir untuk tetap
menunggu. Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini. Akhir tahun ke-3, seorang
pria mengejarku. Setiap hari dia mengejarku tanpa lelah. Segala daya upaya
telah dilakukan, walau seringkali ada penolakan dariku. AKU berpikir, apakah
aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku untuknya?!
Dia seperti Angin yang hangat dan
lembut, mencoba meniup Daun untuk terbang dari Pohon. Akhirnya, AKU sadar bahwa
AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang yang kecil di hatiku. AKU tau Angin
akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ke tempat yang lebih baik. Akhirnya
AKU meninggalkan Pohon. Tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak memintaku untuk
tinggal. AKU sangat sedih memandangnya trsenyum ke arahku.
“DAUN terbang karena ANGIN
bertiup atau karena POHON tidak memintanya untuk tinggal?”
ANGIN
AKU menyukai seorang gadis
bernama Daun. Karena dia sangat bergantung pada Pohon, jadi aku harus menjadi
ANGIN yang kuat. Angin akan meniup Daun terbang jauh. Pertama kalinya, AKU
melihat seseorang memperhatikan kami. Katika itu, dia selalu duduk di sana
sendirian atau dengan teman-temannya memperhatikan Pohon.
Ketika POhon berbicara dengan
gadis ‘ ‘, ada cemburu di matanya. Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada
senyum di matanya. Memperhatikannya menjadi kebiasaank, seperti Daun yang suka
melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia,
AKU merasa sangat kehilangan. Di sudut ruang itu, ku lihat Pohon sedang
memperhatikan Daun. Air mengalir di mata Daun ketika Pohon pergi.
Esoknya, kulihat Daun di tempatnya
yang biasa, sedang memperhatikan Pohon. AKU melangkah dan tersenyum padanya.
Kuambil secarik kertas, kutulis dan kuberikan padanya. Dia sangat kaget. Dia
melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku. Esoknya, dia datang
menghampiriku dan memberikan kembali kertas itu.
Hati Daun sangat kuat dan Angin
tidak bisa meniupnya pergi, hal itu karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat ke arahnya. Kuhampiri dengan kata ‘ ‘ itu… sangat pelan… Dia mulai
membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan teleponku.
AKU tau orang yang dia cintai
bukan AKU. Tapi AKU akan berusaha agar suatu hari dia menyukaiku. Selama 4
bulan, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x kepadanya. Hampir
tiap kali dia mengalihkan pembicaraan, tapi AKU tidak menyerah. Keputusanku
bulat, AKU ingin memilikinya dan berharap dia akan setuju menjadi pacarku.
Aku bertanya, “Apa yang kau
lakukan? Kenapa kau tidak pernah membalas? Mengapa kau selalu membisu?”
Dia berkata, “AKU menganggukkan
kepalaku”
“Ah?” aku tidak percaya dengan
pendengaranku.
“Aku menganggukkan kepalaku” dia
menjawab dengan keras.
Aku menutup telepon, bergegas
ganti baju dan naik taksi ke tempatnya dan menekan bel pintunya. Sesaat setelah
dia membuka pintu, aku memeluknya dengan erat.
“DAUN terbang karena tiupan ANGIN
atau karena POHON tidak menyuruhnya tinggal?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar